Lampung Tengah Lawan Covid 19

Air Terjun Curug Tujuh Register 39

Editor: Admin author photo


Canang.id. Lampung Tengah. -- Jika anda mendengar kata Curug Tujuh , Pasti anda berfikir tentang sebuah air terjun tujuh tingkat. Namun tidak demikian halnya dengan nama Curug Tujuh (C7).

C.7 berada di Hutan Kawasan Register 39 (Kota Agung Utara). Bukan di Kampung Margajaya, bukan di Lingga Pura juga bukan di Kampung Pekandangan Lampung Tengah (kampung terdekat yang berbatasan langsung dengan C7) . Secara Geografis C7, berada di Hutan Kawasan Register 39. Bukan di tanah Marga.

Nama air terjun Curug Tujuh yang mempopulerkan pertama kali adalah Bpk. Daim Djadjuli. Beliau Kepala Tebang (rombongan) Transmigrasi BRN ( Biro Rekonstruksi Nasional) Program TNI AD untuk mentransmigrasikan eks.Pejuang dari Jawa Barat ( Batujajar, Cililin) binaan Kodam Siliwangi, sekitar tahun 1954.

Lokasi-Air-Terjun-Curug-Tujuh-Hutan-Register-39-Kota-Agung-Utara

Sekitar tahun 1956-57, awalnya BRN dikirim ke Bandung Baru Kabupaten Pringsewu, kemudian Bpk.Daim Djajuli melebarkan sayap ke wilayah Linggapura Lampung Tengah (C7), sekitar tahun 60-an.

Awalnya Bpk.Daim Djajuli (sebagai kepala rombongan Tebang), membawa anak buah 5 orang, dan diberi tanah garapan (untuk di Tebang) Oleh Pemerintah Dewan Negri Seputih barat yang berkedudukan di Padang Ratu, seluas 1000 ha di wilayah Gedung Harta sebelah barat.

Setelah hutan di Gedong Harta sebelah barat tersebut ditebang dan jadi pemukiman, lalu tempat baru itu diberi nama Lingga Pura, dari kata Lingga = Bangunan, Tempat,Tetenger, dan Pura dari kata Hampura (Bahasa Sunda = Maaf). Jadi Lingga Pura bisa diartikan Tempat meminta maaf.

Seiring berjalannya waktu, Kampung Linggapura sekarang sudah dimekarkan atau dipecah menjadi beberapa kampung yaitu Margajaya, Gedong Aji, Pekandangan, dan Linggapura sendiri sebagai induknya.

Pada saat membuka (Nebang) daerah yang sekarang ada C7, saat itulah Bpk Daim Djajuli menyebut bahwa itu adalah Air terjun CURUG TUJUH, dari bahasa Sunda, Curug = air terjun. Karena saat itu rombongan berjumlah 6 dan satu orang pribumi, tokoh Selagai Lingga, jadi total berjumlah 7 orang.

Rombongan tersebut yaitu :

  1. Daim Djadjuli ( kepala tebang/rombongan)
  2. H.Adna Daya Utama.
  3. Uho Campang Curiga.
  4. Ugan Sundana.( 3 periode jadi kepala kampung Linggapura).
  5. Ohim
  6. Endang Sura Manggala
  7. Suttan Paksi .( Tokoh Selagai Lingga/ penunjuk jalan)

Itulah sejarah singkat Curug Tujuh, Jadi, sebutan Curug tujuh itu karena ditemukan atau dipopulerkan rombongan Penebang yang terdiri dari 7 orang.

Secara fisik di Lokasi Curug tujuh sendiri yang layak disebut curug cuma ada 4 curug , dan yang biasa di kunjungi cuma 3 Curug saja. (*)

Sumber : Gunawan Sejati,ST .( eks.Sekretaris Badan Pengelola Objek Wisata Curug Tujuh )
Share:
Komentar

Berita Terkini